Strategi Trading Intraday atau Daytrading

Mengenal Trading Intraday

Intraday trading atau juga disebut sebagai day trading merupakan salah satu strategi atau gaya trading dengan cara membeli dan menjual stok atau instrumen finansial lainnya dalam hari yang sama, atau membeli dan menjual saham keesokan hari, hingga batas tiga harian trading.

Strategi ini banyak diterapkan oleh sebagian trader untuk mendapatkan profit jangka pendek. Sehingga trader intraday akan memperhatikan pergerakan harga intraday menggunakan grafik real-time untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga jangka pendek.

strategi-trading-intraday-daytrading

Strategi yang Digunakan Trader untuk Trading Intraday

  • Scalping, menghasilkan banyak untung kecil dari perubahan harga kecil setiap hari. Range trading, menggunakan level support dan resistance untuk menentukan keputusan pembelian serta penjualan.
  • News-based trading, mengambil peluang trading akibat volatilitas yang meningkat di sekitar rilis berita ekonomi penting.
  • High-frequency trading strategies, menggunakan algoritma canggih untuk mengeksploitasi ketidakefisienan kecil atau jangka pendek pada pasar.

Keuntungan dan Kerugian Trading Intraday

Keuntungan:

  • Posisi tak dipengaruhi kemungkinan berita ekonomi yang dirilis ketika pasar tutup, yang umumnya berdampak pada harga suatu efek atau sekuritas.
  • Memungkinkan penggunaan stop-loss yang ketat untuk meminimalkan kerugian dari posisi buy.
  • Intraday memungkinkan banyak peluang belajar bagi trader.

Kekurangan:

  • Kurangnya waktu bagi suatu posisi untuk melihat peningkatan keuntungan dan peningkatan biaya komisi karena trading dilakukan lebih sering sehingga dapat mengeruk margin keuntungan.

Tips menjadi Trader Intraday

1. Memperhatikan trend

Dalam trading intraday, memperhatikan trendline sangat krusial. Terdapat dua kemungkinan trendline yang bisa terjadi. Pertama, saat posisi up trend (bullish) Anda dapat memasang posisi ‘buy’. Kedua, saat trend menunjukkan posisi downtrend (bearish), Anda dapat memasang posisi ‘sell’.

Trader juga harus mengantisipasi sideways atau tak menentunya keadaan pasar sehingga tidak memasang posisi ‘buy’ ataupun ‘sell’.


2. Membuat order

Setelah menganalisa posisi buy atau sell, Anda harus membuat order. Beberapa jenis order dalam forex trading yaitu order market, limit entry order, stop entry order, stop loss order, dan trailing stop order. Trader harus mampu memilih jenis order yang sesuai dengan analisis yang digunakan.


3. Menentukan modal trading

Sesuai dengan modal yang digunakan, jika rendah maka balik modal pun akan cukup lama. Menurut berbagai sumber, disarankan bagi trader pemula menggunakan modal ideal sebesar 200-500 USD. Modal tersebut dapat digunakan untuk melatih kemampuan trading forex, dan jika sudah ahli, bisa menambahkan jumlah modal sesuai keinginan.


4. Menentukan lot trading yang tepat

Lot dalam trading menentukan keuntungan atau kerugian dari modal awal. Menurut beberapa ahli, seorang trader pemula yang akan melakukan intraday trading sebaiknya menggunakan lot sekitar 0.01 saja.


5. Menggunakan beberapa time frame

Seorang trader intraday memerlukan time frame untuk memantau harga yang bergerak naik turun untuk memutuskan aksi pembelian “buy” atau penjualan “sell”. Beberapa ahli menyarankan untuk menentukan time frame sekitar 1-0-15 menit hingga 1 jam bagi intraday trader.

Baca juga: