Belajar Cara Budidaya Lobster Air Tawar dan Peluang Bisnisnya

Selama ini lobster terkenal sebagai salah satu makanan seafood yang memiliki harga mahal. Sama halnya dengan lobster air tawar, Selain karena rasanya yang sangat nikmat, makanan laut ini juga mampu memberikan gengsi tersendiri untuk orang yang mengonsumsinya. Namun, mereka yang melakukan budidaya lobster air tawar masih minim, padahal tingkat permintaan pasar sangatlah besar.

Untuk itu, usaha budidaya lobster air tawar memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Beberapa pengusaha sudah banyak yang tertarik untuk melakukannya. Namun, bagaimana peluang usaha yang ada pada budidaya lobster air tawar ini? Bagaimana cara melakukan budidayanya dari awal sampai panen?

Temukan jawabannya dengan membaca artikel budidaya lobster air tawar ini hingga selesai.



Peluang Usaha Budidaya Lobster Air Tawar

Dengan iklim tropis yang ada di Indonesia, maka prospek yang ada pada budidaya lobster air tawar ini sangatlah besar, karena kondisi iklim yang hangat akan sangat membantu produktivitas telur lobster air tawar.

Peluang yang terdapat pada budidaya hewan ini sangatlah menguntungkan dan menjanjikan. Banyak orang yang mencari lobster air tawar saat ini, baik itu untuk keperluan konsumsi ataupun untuk usaha kuliner.

Terlebih lagi, permintaan akan lobster setiap tahunnya selalu meningkat dan beriringan dengan harganya yang sangat mahal. Untuk itu, tidak heran bila budidaya lobster air tawar saat ini makin diminati oleh masyarakat.

Usaha budidaya lobster ini bisa dikatakan salah satu usaha budidaya yang cukup mudah untuk dijalankan, karena cara perawatannya yang tidak terlalu sulit, biaya pakannya murah, dan pasarnya juga sangatlah luas.

Untuk memulainya juga Anda tidak perlu lahan yang sangat besar, bahkan masih bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Cukup dengan media akuarium dengan panjang 2,5 m x 1,5 m dengan dukungan alat penunjang budidaya, Anda sudah bisa melakukan budidaya lobster sebanyak 9-10 ekor lobster air tawar.

Dengan tingkat perawatan yang terbilang budah ini, maka tidak heran bila budidaya lobster mampu memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan.

Untuk Anda yang memang tertarik untuk melakukan bisnis ini, mungkin Anda akan beranggapan bahwa Anda memerlukan modal yang sangat besar.

Tapi kenyataannya tidaklah demikian, Anda hanya memerlukan investasi awal dalam membuat biaya kolam dan instalasi pipa penyangga besar serta biaya produksi yang mencakup pembelian satu set indukan serta menyediakan pakan rutin selama kurang lebih 9 bulan, maka modal awalnya tidak sampai 20 juta rupiah.

Nilai keuntungan yang bisa Anda peroleh setelah panen mampu mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.


Cara dan Tahapan Budidaya Lobster Tawar

Untuk menjalankan usaha budidaya lobster, Anda harus bias tekun. Untuk para pemula, peluang dalam memperoleh hasil yang besar pun masih tetap tinggi, karena tingkat perawatannya tidaklah sulit. Berikut ini adalah cara dan tahapan dalam melakukan budidaya lobster air tawar


1. Menyiapkan Kolam Lobster

Tempat yang bisa Anda gunakan untuk melakukan budidaya lobster air tawar ada banyak, bisa dengan menggunakan akuarium atau kolam. Ukuran yang ideal adalah 200 x 200 x 50 cm untuk bayi lobster dan satu indukan, atau dengan ukuran 2 x 1 x 0,5 meter untuk 1000 ekor bibit lobster.

Sebelumnya, pastikanlah agar kolam sudah terbebas dari berbagai zat yang bisa mencemarkan air. Untuk itu, ada baiknya kolam dibuat pada tempat yang sejuk, seperti di bawah pohon ataupun tempat yang tertutup.

Air yang digunakan untuk melakukan budidaya lobster pun harus kaya akan oksigen, sehingga Anda harus memasang pompa air agar bisa menjaga sirkulasi air.


2. Menyeleksi Indukan Lobster

Indukan lobster harus dipilih secara tepat agar mampu menghasilkan lobster air tawar yang baik dan memperoleh keuntungan yang maksimal. Indukan lobster air tawar yang siap untuk dipijah adalah yang berusia minimal 6 bulan dengan panjang minimal 10 cm dan bentuk tubuh yang ideal, baik itu jantan ataupun betina nya.


3. Menangani Lobster Saat Pemijahan

Anda memerlukan bak khusus untuk proses pemijahan. Ukuran bak bisa dibuat tergantung ukuran dan tingkat kepadatan lobster Anda. Umumnya, 1-2 ekor induk jangat dengan 3 ekor indukan betina. Tingkat kepadatan lebar kolam pemijahan yang ideal adalah 3-5 ekor/ m².

Selain itu, jagalah tingkat kestabilan air antara 30 cm dengan suhu 23-29 derajat celcius agar proses pemijahan bisa berjalan lancar. Pemberian pakan juga harus dilakukan 2 kali sehari dengan dosis 3% banyak dari total biomassa dalam sehari

Selanjutnya, Anda tinggal menunggu selama 2-3 minggu sampai terjadi proses kawin. Bila Anda melihat tanda-tanda lobster betina akan bertelur, segera pindahkan mereka ke akuarium khusus.


4. Menangani Lobster Saat Pendederan

Tahapan selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah pendederan. Bak pendederan harus bisa disesuaikan dengan kehidupan lobster di habitat aslinya, terutama pada tingkat kedalaman, tekanan air, suhu, sampai tingkat keasaman air.

Bila seluruh persiapan ini sudah selesai, maka Anda bisa beralih ke tahap selanjutnya, yaitu proses pendederan air tawar. Burayak atau bayi lobster diletakan dalam wadah pengeraman sampai berusia 7-15 hari. Pemberian pakannya adalah 2 kali sehari dengan cacing sutra, cacing beku, atau pelet udang paling kecil dengan persentase 2-3% berat burayak.

Bila sudah melewati usia 7-15 hari, lakukanlah penjarangan kepadatan dengan kerapatan sekitar 20-50 ekor/ m². lalu, semprotkanlah SOC GDM organik dengan dosis 6 ml/ m² secara rata. Ulangi kegiatan tersebut setiap 10 hari sekali secara rutin.


5. Pemindahan Bibit dari Bak Pendederan ke Kolam Pembesaran

Setelah pendederan selesai, maka bibit lobster air tawar bisa Anda pindahkan ke kolam yang lebih besar. Namun, lobster baru bisa dipindahkan seminggu setelah air kolam sudah terisi. Pastikan juga Anda sudah menyiapkan tempat persembunyian yang cukup dan sesuai dengan jumlah lobster air tawar yang Anda pindahkan.


6. Perawatan Kolam Lobster Air Tawar

Perawatan kolam lobster air tawar sangat berbeda-beda, tergantung pada jenis kolamnya.

Untuk kolam terpal, gantilah air setiap 2-3 hari sekali, pastikan juga agar terpal tidak mudah bocor dan saluran air bisa terjaga dengan baik untuk bisa menjaga tekanan dan juga kualitas air kolam. Berbagai tempat persembunyian kolam juga sebaiknya dibersihkan secara rutin.

Sedangkan untuk kolam tanah, Anda juga harus rutin menggantinya setiap 2-3 hari sekali agar kualitas air bisa tetap terjaga. Pastikanlah kualitas air kolam terjaga dari segi kekeruhan, oksigen dan juga tekanannya. Jangan lupa juga untuk selalu membersihkan tempat persembunyian lobster.


7. Perawatan dan Pemberian Pakan Lobster Air Tawar

Untuk cara merawat dan memberi makan lobster air tawar kecil dan yang sudah besar tentu berbeda.

Untuk lobster air tawar kecil, anda harus lebih memperhatikan pemberian pakannya. Umumnya, makanan yang bisa diberikan adalah sayuran, cacing, atau pelet di waktu pagi dan sore hari sebanyak 2-3% berat burayak. Caranya adalah dengan menebarkan pakan ke kolam secara rata.

Sedangkan untuk lobster air tawar yang sudah besar, Anda bisa memberikan cacing, sayuran tauge atau wortel, ataupun pelet khusus lobster yang dicampur dengan sulai pakan buatan seperti ikan tongkol, pelet, kombinasi pelet dengan cacing tubifex, atau campuran ikan tongkol dengan cacing tubifex.

Cara pemberian pakannya adalah dengan cara menaburkan pakan ke kolam secara menyeluruh.


8. Masa Panen Lobster Air Tawar

Anda baru bisa memanen bibit bila ukurannya sudah sebesar 1-2 cm dan berusia 20 hari. Untuk usaha budidaya lobster air tawar, maka lobster hasil pembesaran yang bisa dipanen adalah di usia 6-8 bulan dengan berat minimal 100 gr. Tapi, ukuran lobster air tawar ini bisa Anda sesuaikan dengan permintaan pasar.


Penutup

Demikianlah peluang bisnis dan tips melakukan budidaya lobster air tawar. Dalam melakukan jenis budidaya yang satu ini, Anda bisa memilih untuk fokus pada pembesaran lobster atau pembenihan lobster saja.

Pembesaran lobster mampu menghasilkan keuntungan hingga 30%, sedangkan untuk pembenihan ada beberapa pebisnis yang mampu menghasilkan keuntungan hingga 81%. Usaha pembenihan juga bisa diawali dengan modal dana yang tidak terlalu besar.

Sebagai bentuk perbandingan, untuk bisa memperoleh benih sebanyak 1.000 – 2.000 ekor dengan ukuran 2 inchi, Anda cukup menggunakan tempat seluas 1×1,5 m dan mampu memberikan omset sebanyak 2,2 juta rupiah setelah proses pembenihan lobster air tawar dilakukan selama 6 bulan.

Sedangkan untuk usaha pembesaran, dengan luas dan waktu panen yang memiliki selisih 1 bulan lebih cepat, mampu menghasilkan lobster air tawar siap konsumsi sebanyak 1 kg saja (yang berkisar antara 10-15 ekor) dengan harga 200 ribu rupiah per kg saat dipanen setelah 5 bulan lamanya.

Jadi, manakah yang ingin Anda pilih? Budidaya lobster air tawar pembesaran, atau pembenihan? Semuanya tergantung pada pilihan Anda.

Baca juga: