Belajar Cara Analisa Price Action Forex

Menngenal Analisa Price Action

Price action trading adalah salah satu strategi yang paling berguna yang bisa dipelajari oleh trader forex. Beberapa trader percaya itu menjadi hal yang perlu diketahui oleh setiap trader.

Singkatnya, trading dengan teknik price action adalah trading dengan melihat pola pasar pada pergerakan pasar saja. Kedengarannya memang membingungkan? Jangan khawatir, semuanya akan di jelaskan segblang mungkin.

Dengan mempelajari price action, trader valas dapat mengumpulkan lebih banyak informasi untuk strategi masuk dan keluar pasar, dan memprediksi dengan lebih akurat ke arah mana pasar akan bergerak.

Pada artikel kali ini, kami mencoba menjelaskan apa itu trading price action atau yang juga disebut pola candle, dan bagaimana trader valas bisa memanfaatkannya untuk keuntungan mereka.

belajar-forex-analisa

Apa yang dimaksud Price Action itu?

Sederhananya, price action didefinisikan sebagai pergerakan pasar, setiap kali pasar membuat pola pergerakan yang signifikan ke berbagai arah.

Ada banyak untuk mendefinisikan tentang apa sebenarnya trading price action itu. Tapi pada dasarnya, ini adalah cara trading dengan memperhatikan pola pergerakan pasar saja dengan tanpa indikator.

Beberapa trader profesional bahkan akan merekomendasikan untuk mempelajari pola harga terlebih dahulu sebelum mempelajari cara menggunakan indikator.

Untuk memahami price action, trader pertama-tama perlu memahami bahwa pasar, sebenarnya bergerak dalam sebuah siklus.

Pergerakan pasar akan membuat 4 pola:

  • Sideways Akumulasi, disinilah pasar berada pada titik rendah dan kekuatan penjual mulai berkurang setelah pasar mengalami penurunan tajam.
  • Tren Naik (uptrend), tahap ini ditandai dengan breakout titik tertinggi yang terendah atau lower high setelah pasar mengalami akumulasi.
  • Sideways Jenuh, pada titik ini pasar mengalami kejenuhan setelah mengalami kenaikan yang kuat.
  • Tren Menurun (downtrend), tahap ini ditandai dengan breakout titik terendah yang tertinggi atau higher low setelah pasar mengalami kejenuhan.

Siklus tersebut selalu berulang pada pasar keuangan termasuk pasar forex.

Siklus tersebut bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Untuk melihat siklus dengan jelas, umumnya tergantung pada timeframe yang kamu tentukan.

Perlu diingat bahwa siklus tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya selama tahap tren naik, pasar bisa saja kembali melakukan tren turun.

Satu hal penting yang perlu diingat tentang pola pasar adalah bahwa setiap pergerakan pasar itu unik dan sudah terjadi sebelumnya.

Siklus dari pasar sangat penting untuk dipahami untuk trader price action karena dengan mengetahui ke arah mana pasar akan berjalan, kamu bisa melakukan aktifitas trading dengan lebih informatif.

Bergantung hanya pada satu timeframe yang kamu pilih, kamu pasitnya memiliki data siklus pasar yang kurang, karena setiap timeframe memiliki data yang berbeda. Trader harus memiliki beberapa acuan timeframe sebelum terjun ke pasar.

Baca juga: Kiat Wajib untuk Menjadi Trader Sukses

Bagaimana Trading dengan Price Action

Banyak dari trader akan melakukan aktifitas tradingnya dengan menggunakan strategi price actionnya sendiri dan banyak dari mereka tidak akan menggunakan satupun indikator. Untuk beberapa trader, ini agak terlalu sulit dan menjadi ide yang bagus untuk memilih beberapa indikator sebagai konfirmasi pergerakan pasar.

Tetapi ini bukan berarti bahwa kamu trading tanpa rencana. Kamu masih perlu memiliki trading plan yang wajin kamu. Jangan pernah sesekali trading tanpa rencana. Kamu harus menetapkan tujuan seberapa banyak pip yang ingin kamu peroleh, ketahui detail resiko strategi dan rasionya.

Trader price action memasuki pasar hanya jika mereka melihat peluang ideal untuk terlibat dalam pergerakan pasar. Dengan price action, kamu bisa menemukan peluang yang tepat untuk mengikuti tren. Tapi, hanya setelah kamu benar-benar melihat tempat untuk open buy atau sell, selanjutnya mulailah membuat rencana dan lakukan.

Mereka pertama-tama harus melihat dimana harga sekrang bergerak, kemudian cari ke arah mana harga akan bergerak. Apakah trennya menurun atau naik atau hanya kesenjangan harga (sideways)?

Cara yang terbaik untuk mengetahui adalah dengan menandai level support dan resistance sehingga kamu bisa menemukan area pergerakan harga untuk melakukan open posisi.

Kemudian kamu harus mengetahui kecepatan pasar. Apakah itu bergerak cepat, lambat? Seberapa besar volatilitas pasar?

Pasar yang memiliki volatilitas tinggi berarti memberitahukan jika terdapat banyak peluang untuk memasuki dalam pasar, pasar yang bergerak lambat malah sebaliknya. Tetapi, perlu diingat beberapa trader juga percaya bahwa terlalu tinggi volatilitas bisa berisiko juga.

Ini bukan hanya tentang seberapa jauh pasar melanjutkan tren saat ini, tetapi juga kapan tren akan melakukan reversal atau pembalikan arah. Ini juga sebagai tanda bahwa buyer dan seller dalam kondisi yang agresif.

Trader price action juga bisa mempertimbangkan volume pasar, meskipun secara umum, volume biasanya tidak dianggap sebagai salah satu strategi price action.


Memilih Market yang Tepat untuk Trading

Trader yang baik sebenarnya harus bisa trading dikondisi pasar apa pun. Banyak trader hanya bisa berjuang dikondisi pasar tertentu. Mereka menghasilkan banyak uang di pasar ketika bullish (uptrend), dan kemudian mendapatkan kejutan dari pasar yang tiba-tiba bearish (downtrend), alhasil mereka kehilangan banyak modal karena kejutan tersebut.

Karena itu, strategi forex kamu harus berbeda dikondisi pasar yang berbeda pula. Ketika pasar sedang dalam keadaan uptrend, jangan sampai melawan trend, sebisa mungkin kamu perlu mencari peluang open posisi buy.

Ketika pasar dalam kondisi jenuh bullish, tunggu hingga pasar memberitahu akan terjadi reversal atau sesegera mungkin menutup posisi buy kamu untuk meminimalkan resiko terjadinya reversal yang tiba-tiba (ketika ada news high impact). Dan begitu sebaliknya jika kondisi pasar bearish.


Titik Reversal

Trader dapat menemukan titik reversal dengan menggunakan garis tren dan level support dan resistance. Di mana keduanya bertemu bisa menjadi pertanda baik dengan memberitahu trader kapan harus open posisi buy atau sell.

Perlu diingat, terkadang level support lama menjadi level resistance baru dan begitu sebaliknya.

Ditambah lagi, saat harga melaju mendekat ke garis tren yang kamu tandai, semakin besar juga kemungkinan tren yang kamu ikuti akan rusak.

Ingatlah, semua poin-poin ini akan menjadi usang seiring waktu sehingga kamu perlu menghapus atau memperbarui penandaan kamu. Pergerakan harga yang lebih baru selalu menjadi yang lebih relevan.

Menggunakan volume juga bisa menunjukkan kecepatan perdagangan kontrak yang dilakukan para trader. Jika jumlah volumenya banyak, itu bisa melambangkan volatilitas pergerakan tinggi yang akan terjadi.

Namun, volumenya sulit untuk diketahui apakah pergerakan harga akan naik atau bahkan turun. Umumnya, volume biasanya mendahului pergerakan harga.


Pola Candle

Untuk menggunakan price action, sebagian besar trader mengandalkan pola candle untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana pasar akan bergerak.

Banyak trader mencari sinyal dari price action dengan melihat pola terbentuknya candle. Banyak dari mereka, tetapi tidak semuanya, pola candle dapat digunakan sebagai penanda price action.

Pola bullish dan bearish engulfing adalah tanda utama yang sangat kuat yang sering dipakai sebagai tanda dari teknik price action. Engulfing menunjukkan bahwa downtrend atau uptrend berkemungkinan kuat akan segera berakhir ataupun akan berbalik.

Tetapi teknik price action bisa ditandai dalam berbagai pola terbentuknya candle.

Pola tiga camdle sejajar adalah pola candle lain yang sangat diperhatikan saat menentukan pembalikan harga (reversal). Pola ini terbentuk ketika ada tiga candle bearish yang sejajar dan kemudian dibreakout (ditembus) dengan kuat oleh 1 candle bullish engulfing, begitu juga sebaliknya. Yang membuat pola candle ini sangat berguna dan akurat adalah pola candle ini terbentuk sempurma setelah candle konfirmasi yang kuat (engulfing).

Masih ada banyak lagi yang perlu dipelajari untuk keuntungan strategi kamu. Dengan mempelajari apa yang pola candle informasikan, kamu dapat melangkah lebih maju untuk menghasilkan dipasar forex.

Untuk menggunakan candle pattern sebagai strategi trading forex price action, pola tersebut harus sederhana dan mudah di ikuti.

Pola candle yang lebih rumit memang banyak dan bisa lebih sulit dibaca dan lebih cenderung menyebabkan kesalahan bagi pemula yang belajar menggunakan teknik price action.

Hal penting lain yang perlu diingat adalah bahwa orang yang berbeda membaca pola candle dengan cara yang berbeda. Kamu bisa saja melihat suatu pola sementara orang lain akan melihat pola lainnya.


Bahaya Hanya Mengandalkan Price Action

Trader yang berbeda menafsirkan price action dengan pandangan yang berbeda. Seorang trader mungkin melihat downtrend yang muncul, sementara yang lainnya mungkin percaya bahwa pasar akan berubah menjadi bullish.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu menggunakan beberapa indikator -maksimal dua- untuk sinyal konfirmasi yang memungkinkan arah pergerakan pasar.

Jika kamu menambah indikator lebih banyak lagi, kamu berisiko menjadi bingung dan bimbang. Trader harus tetap sederhana!

Hal yang baik lainnya adalah kamu juga perlu mempertimbangkan analisis dari sisi fundamental juga. Faktanya pergerakan harga tidak akan terjadi begitu saja.

Banyak dari pergerakan harga terbesar terkait dengan peristiwa yang terjadi setiap harinya. Inilah salah satu alasan penting kenapa kamu membutuhkan kalender ekonomi forex.


Poin-poin Penting

Price action trading adalah analisa teknikal pergerakan pasar saja. Umumnya, trader price action tidak akan menggunakan indikator. Trader profesional harus memiliki trading plan sebelum memutuskan memasuki pasar. Idealnya, mereka harus melihat peluang dan mencari tahu kapan dan di mana harus masuk dan keluar.

Pola candle adalah tanda yang sangat berguna untuk memprediksi arah pergerakan pasar. Belajarlah mengenali pola candel utama untuk memaksimalkan analisa price action kamu. Trader seharusnya tidak hanya mengandalkan price action, tapi faktanya memang banyak trader price action yang berhasil. Trader juga banyak yang mengkombinasikan beberapa analisis teknikal dan analisis fundamental. Jadi, pilih gaya trading sendiri yang sesuai dengan kamu!

Baca juga: